Wednesday, January 19, 2005

Jus Cincau Fruiterie

Pada label tertulis "Jus Cincau Hitam Besar, Fruiterie". Dengan ED
yang hanya beberapa hari, maka jus ini dijamin kesegarannya.
Wujudnya adalah cairan berwarna hitam sekitar 600 ml, dengan
serpihan cincau halus berenang di dalamnya.

Aroma yang keluar ketika membuka botolnya adalah bau kayu yang
begitu segar. Malah sempat tertangkap kesan smokey yang cukup kuat.
Entah bagaimana, cincau hitam yang biasanya nir-aroma bisa menjadi
seperti ini. Di-aging dalam oak barrel kah? He..he..

Secara mengejutkan, body dari jus ini tidak setipis bayangan saya.
Karena cincau adalah gumpalan massa mengambang dalam air, maka
bodynya saya bayangkan akan seringan air. Apalagi klaim dari Cak
Uding bahwasannya penggunaan gula dalam semua jusnya tidaklah
agresif. Memang bodynya tidaklah sedahsyat Titi Kamal, tapi it's
there!

Kejutan berikutnya yang muncul adalah rasa jahe yang menyeruak
diantara manis dan smokey taste, diantara tekstur cincau yang smooth
tapi masih terasa di gigi. Al dente? You got it!

Karena penggunaan gula tidak agresif, maka finishnya juga clean
banget dan tidak lingering.

Semua direken pantes dengan banderol cuma 2,500 perak saja

Apakah Pecel Ayam Itu Ada?

Yap, pertanyaan saya adalah Apakah Pecel Ayam Itu Ada? (APA IA?)

Pecel, buat saya adalah makanan yang masuk pada "genre" yang sama
dengan gado-gado, ketoprak dan sayur-sayuran berbumbu kacang
lainnya. Pertama mendengar Pecel Lele.. yang kebayang adalah pecel
(madiun style) yang dimakan bersama lele goreng. Ternyata, salah!

Masalahnya, setahu saya hanya Pecel Lele saja makanan
bernama "pecel" tapi berada diluar 'genre pecel mainstream'. lain
dari itu, tidak ada.

Sesungguhnya, menurut hemat saya yang tidak terlalu hemat, Pecel
Lele lebih dekat ke masakan "cobek". Sambel diulek pada sebuah
cobek/cowet, lalu diatasnya ditumpangkan lauk yang ditekan sedikit
dengan ulekan agar terjadi blending. Lauknya bisa digoreng atau
dibakar. Dan kemudian kita mengenal "Cobek Gurame", atau "Cobek Ikan
Mas"

Maka kita kembali ke pertanyaan awal. Apakah pecel ayam itu ada?
Bukankah seharusnya ia lebih dikenal sebagai "cobek ayam"?

Di resto Payon ada sebuah menu berupa sambal yang diulek di sebuah
cobek, lalu diatasnya ditumpangkan nasi putih. Kemudian disandingkan
dengan ayam goreng atau empal. Menu ini namanya "Nasi Cobek",
bukan "Pecel Nasi".

Hmm.. jadi Apakah Pecel Ayam Itu Ada? Or is it truly a "Cobek Ayam"
in disguise? The truth.. is out there..

Senja di rumah Stroberi

Hari Minggu sore 31 Juli, menjelang jam 5, saya bersama Adi anak
STM (Si Tukang Masak) dan dua orang teman sampai di Rumah Stroberi,
kawasan Lembang Bandung. Disambut hangat oleh tante Widya, oom dan
dua putrinya (sebenernya yang disambut sih Adi.. kita mah cuma
kebagian 'hangat'nya aja :).

Yang terpikir pertama ketika tiba di tempat ini adalah.. "gua nggak
akan bilang-bilang sama siapa-siapa kalau tempat ini ada!!" Biar
tetap sepi dan nyaman :)

Tempatnya asik banget.. sebuah areal terbuka, tidak terlalu luas
dengan trap-trap tanah berumput hijau. Di dekat pelataran parkir,
digelar kebun stroberi.

Kami duduk-duduk di saung yang paling atas, bahkan lebih tinggi dari
rumah utama. Lumayan dingin sih, apalagi buat yang nggak biasa ngadem.

Salah satu signature dari Rumah Stroberi ini adalah jus stroberi. Ada
dua varian, dengan susu dan original. Jus original ini jujuuur
sekali.. Isinya adalah buah stroberi dan es, lalu diblender. Sudah,
itu saja. Walhasil, rasa asli stroberinya muncul dengan sangat
berhasil tanpa tertutup oleh rasa apapun.

Sambil menikmati minuman yang segar ini, saya membayangkan kembali ke
tempat ini untuk sekedar ngobrol berlama-lama atau membaca buku.
Mungkin tak hanya ditemani jus, tapi juga secangkir teh atau kopi
yang hangat.

Menjelang malam, lampu minyak dan obor dilapangan mulai dinyalakan.
Begitu pula lampu di dalam "rumah kaca" kebun stroberi..

Di langit, bulan purnama bersinar terang sekali.. Ahhh...