Monday, May 16, 2005

Kimchi Nabe..Aku padamu!!!

Sabtu kemaren, sore-sore saya "kesasar" ke Furaibo di Setiabudi Building. Lho, kesasar kok spesifik banget? He..he.. soalnya beneran nggak niat ke sana, cuma pengen jalan aja nyari mie yang pake gaya jepang (ngidamnya mah soba yang berkuah pake aroma jahe. Dimana ya bisa dapetnya?).

Tapi kalo nggak, ya makanan jepang berkuah panas, maklum rasanya kok "my body is not delicious" (ga enak badan maksudnya..). As for makanan jepang.. ah, mungkin terpengaruh ajah sama buku "Samurai: Kastel Awan Burung Gereja" yang nggak khatam-khatam saya baca :)

OK, then Furaibo it is. Ya.. tau.. ini restoran terkenalnya sama sayap ayam goreng, sama gorengan yang dalemnya keju itu. Tapi berhubung keukeuh lagi pengen bikin badan enak, maka saya go straight to the soup section of the menu.

Kimchi Nabe! Bentar Oom.. Kimchi bukannya korea punya? Ini salah satu makanan yang saya suka nih.. So it's gotta be good. Kimchi Nabe, pake potongan ikan kakap, jamur enoki dan tahu. Sip, pesen deh! Sama teh jepang anget (bottomless, alias di-refill sampe kembung!).

Tapi karena si abangnya keukeuh bilang kalo spesialisasi Furaibo adalah sayap ayam.. ya deh, saya ikutin apa kata abang Furaibo ajah.. apa sih yang nggak buat abaaang... (hayyah!!)

Nggak lama (asli, nggak lama!) datanglah sepiring sayap ayam goreng dalam keadaan dopf (nggak glossy maksudnya:). Sama sekali nggak ada kilauan minyak khas ayam goreng.. hmm..

Rasanya seruuu, tau ga sih? Bentuknya lucuu, ada bumbu-bumbunya gitu deeh..(review ala ABG mode: on)

Lalu datanglah sang Kimchi Nabe. Datang dalam mangkuk keramik dengan pegangan melengkung ke atas. Tampak kuah merah merona mengepul, merendam potongan ikan kakap, kimchi sawi putih, sepotong tahu besar dan lalu ditutupi oleh gelaran jamur enoki putih cantik yang disisipi sekedarnya dengan irisan bawang daun. Ah.. geulis pisan..

Seruputan pertama.. srupp!! Ahh.. aroma khas tauco masih terasa kuat sekali susul-menyusul dengan pedas, asam dan gurihnya kuah kimchi. Rasa hangat di mulut mengalir perlahan ke tenggorokan dan membuat nyaman jiwa dan raga. Jamur enoki yang sangat generous memberikan tekstur yang menarik ketika dikunyah bersama kimchi sawi putih (do you know that there is more than 160 type of Kimchi?). Ikan kakapnya cukup segar dan memberi hentakan aroma laut yang lembut. AAAhhhh...Kimchi Nabe.. Aku Padamuuu.... :)

Sedikit note tentang teh jepang yang disajikan. Ini tipe teh hitam, bukan teh hijau kayak di restoran jepang lainnya. Tehnya punya aroma yang sangat earthy dan somehow mengingatkan saya sama pu-er (minus bau karungnya:). Warna seduhannya juga coklat kemerahan (very reddish) dengan body yang agak tebal. Kira-kira ini teh apaan ya?

Yang jelas, ketika teh ini disandingkan dengan Kimchi Nabe yang segar, lively dan agak oceanic.. hmm.. they made a good balance!

O,ya.. dressing chicken salad yang dipesan sama Neng Geulis yang nemenin saya juga OK tuh.. cuma sayang, ayamnya kurang blend sama sayurannya..

1 comment:

Toni said...

saya meneteskan air liur sewaktu membaca artikel ini. udah ngodam mie yang jepang2 dari dulu. Kmrn udah sempet mau dapet tp gk jadi beli karena ada menu porknya, takutnya kuahnya nyampur ..

*sluuurrp* kapan yaa???